Pernahkah Anda membayangkan sebuah sistem AI yang bisa bekerja tanpa campur tangan manusia sama sekali? Nah, inilah Manus AI , agen kecerdasan buatan (AI) otonom pertama dari China yang mampu menyelesaikan tugas kompleks hanya dengan satu perintah awal. Jika Anda bertanya-tanya apa itu Manus AI , artikel ini akan menjelaskan segala hal tentang teknologi revolusioner ini mulai dari definisi hingga potensi kontroversinya.
Baca Juga: Grok AI: Panduan Lengkap Fitur, Keunggulan dan Cara Pakai

Mengenal Manus AI Lebih Dekat
Latar Belakang Manus AI
Manus AI diluncurkan pada Maret 2025 oleh Monica, sebuah startup asal China yang merupakan anak perusahaan dari Butterfly Effect. Perusahaan ini mengklaim bahwa Manus adalah Agentic AI pertama di dunia—sistem yang tidak hanya menciptakan sesuatu seperti teks atau gambar (Generative AI ), tetapi juga dapat mengambil tindakan nyata secara mandiri.
Berbeda dengan chatbot biasa yang memerlukan banyak intervensi manusia, Manus dapat menyelesaikan tugas kompleks tanpa bantuan tambahan. Contohnya, dalam video peluncuran, Manus berhasil menyortir resume, memberi peringkat kandidat, dan memformat data ke dalam spreadsheet hanya dalam hitungan detik. Keren, bukan?
Bagaimana Cara Kerja Manus AI?
Teknologi di Balik Manus AI
Untuk menjalankan fungsinya yang luar biasa, Manus menggunakan kombinasi model AI canggih, yaitu:
- Claude 3.5 Sonnet v1 : Model AI dari Anthropic yang telah disempurnakan.
- Qwen : Model AI milik Alibaba yang dioptimalkan untuk tugas otonom.
Dengan dukungan teknologi cloud, Manus dapat terus beroperasi meskipun pengguna keluar dari sistem. Ini artinya, Anda bisa memberikan perintah awal dan biarkan Manus bekerja sendiri hingga selesai!
Selain itu, Manus mampu melakukan berbagai tugas rumit, seperti:
- Menganalisis tren saham.
- Mengambil data dari web.
- Bahkan membuat situs web interaktif.
Bayangkan betapa efisiennya pekerjaan Anda jika ada sistem seperti ini! Tidak heran jika Manus langsung menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemerhati AI.
Keunggulan Manus AI Dibanding Kompetitor
Mengapa Manus AI Lebih Unggul?
Menurut standar GAIA (alat pembanding model AI), Monica mengklaim bahwa Manus lebih baik daripada model Deep Research milik OpenAI. Selain itu, Manus memiliki beberapa keunggulan dibanding kompetitor lainnya:
- Otonomi Penuh : Berbeda dengan DeepSeek yang hanya meniru kemampuan model AI Amerika, Manus benar-benar mengembangkan batas baru dalam teknologi AI.
- Kemampuan Luas : Dari otomatisasi bisnis hingga analisis data, Manus siap menyelesaikan berbagai tugas kompleks.
- Cloud-Based : Sistem berjalan di cloud sehingga tetap aktif meskipun pengguna offline.
Dean Ball, seorang peneliti kebijakan AI, bahkan berkomentar:
“Komputer paling canggih yang menggunakan AI kini berasal dari perusahaan China, titik.”
Ini menunjukkan betapa seriusnya China dalam bersaing dengan AS dalam perlombaan pengembangan AI.

Kontroversi dan Kritik terhadap Manus AI
Apakah Manus AI Aman Digunakan?
Meski memiliki banyak keunggulan, Manus AI juga mendapatkan sorotan negatif dari para ahli. Salah satu kritik utamanya adalah soal privasi dan keamanan data. Peneliti AI Luiza Jarovsky menyatakan kekhawatiran:
“Di mana server-nya berada? Apakah data pengguna dikirim ke China?”
Selain itu, ada risiko kesalahan pengambilan keputusan akibat keterbatasan model AI yang mendasarinya. Beberapa orang khawatir bahwa Manus mungkin membuat keputusan yang tidak akurat atau merugikan pengguna.
Namun, Ji, salah satu pendiri Manus, berargumen bahwa mereka terus mengembangkan sistem untuk meningkatkan akurasi dan keamanannya. Meski begitu, transparansi terkait kepemilikan data masih menjadi isu yang harus dipecahkan.
Signifikansi Manus AI dalam Perlombaan Teknologi Global
Revolusi AI oleh China
Peluncuran Manus AI membawa pesan kuat bahwa China tidak hanya ingin mengejar, tetapi juga melebihi AS dalam bidang kecerdasan buatan. Dengan fokus pada Agentic AI, China menunjukkan bahwa mereka tidak hanya meniru teknologi yang sudah ada, melainkan menciptakan inovasi baru.
Beberapa prediksi menyebutkan bahwa Agentic AI seperti Manus akan mengubah industri secara drastis. Mulai dari otomatisasi proses bisnis hingga asisten pribadi yang lebih cerdas, teknologi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Tetapi, tentu saja, tantangan besar masih menanti. Bagaimana Manus AI akan berkembang di masa depan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
FAQ Tentang Manus AI
Apa itu Manus AI?
Manus AI adalah agen kecerdasan buatan (AI) otonom pertama dari China yang mampu menyelesaikan tugas kompleks tanpa campur tangan manusia.
Apa bedanya Manus AI dengan chatbot biasa?
Chatbot biasa hanya bisa menjawab pertanyaan sederhana atau menghasilkan teks berdasarkan input pengguna. Manus AI, sebagai Agentic AI, dapat mengambil tindakan nyata dan menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri.
Apakah Manus AI aman digunakan?
Ada pro dan kontra mengenai keamanan data Manus AI. Sebagian ahli khawatir bahwa data pengguna mungkin dikirim ke China, sementara pihak Monica berusaha meningkatkan keamanan sistem.
Bagaimana masa depan Agentic AI?
Agentic AI seperti Manus diperkirakan akan merevolusi berbagai industri, termasuk otomatisasi bisnis, asisten pribadi, dan solusi logistik cerdas.

Kesimpulan
Jadi, itulah jawaban atas pertanyaan apa itu Manus AI . Sebagai Agentic AI pertama yang sepenuhnya otonom, Manus menawarkan kemampuan luar biasa untuk menyelesaikan tugas kompleks tanpa campur tangan manusia. Namun, seperti teknologi lainnya, Manus juga memiliki tantangan, terutama terkait privasi dan keamanan data.
Apakah Anda siap untuk melihat bagaimana Manus AI akan berkembang di masa depan? Mari kita tunggu langkah selanjutnya dari Monica dan Butterfly Effect dalam menghadirkan inovasi baru di dunia AI.